Kekerasan Seksual Dan Intervensi Pelaku Pada Kasus JIS

Oleh: Denda Prayogo

Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Psikologi Forensik
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

 

20140416_224751_anak-korban-pelecehan-seksualKekerasan Seksual JIS

Kasus Jakarta International School (JIS) adalah kasus yang cukup menyita perhatian di pertengahan tahun 2014. Kasus ini merupakan salah satu dari beberapa kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia. Kasus kekerasan seksual yang tejadi di lingkungan sekolah yang mana merupakan institusi yang seharusnya dipercaya para wali murid sebagai tempat belajar anak anak mereka namun seakan menjadi neraka untuk anak. Baca lebih lanjut

Analisis Kasus Proses Asimilasi dan Resosialisasi Ariel “Peterpan”

Oleh: Winda Wahyu P.

Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Psikologi Forensik
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

 

Kronologi Kasus

ariel asimilasiDi pertengahan tahun 2010, Nazril Ilham atau Ariel ditetapkan sebagai tersangka atas isu video porno mirip dirinya bersama Luna Maya yang saat itu menjadi kekasihnya, dan juga Cut Tari yang pada saat itu masih istri sah dari Jusuf Subrata. Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak Mabes POLRI terungkap bahwa Reza Rizaldy alias Redjoy (RJ) yang merupakan editor favorit Ariel. RJ mengambil secara diam-diam video koleksi Ariel dari laptop milikya padahal sebelumnya telah diingatkan oleh Ariel untuk tidak mengutak-atik laptop tersebut. Baca lebih lanjut

Kasus Video Porno Ariel “Peterpan”: Mengidentifikasi Pembinaan Yang Seharusnya Dilakukan Dalam Lembaga Permasyarakatan”

Oleh: Mifta Haza Rahmayuna

Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Psikologi Forensik
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

imagesPendahuluan

Kontroversi skandal video porno menghebohkan dunia hiburan tanah air, video tersebut melibatkan public figure Nazril Irham atau biasa dikenal dengan nama Ariel Peterpan. Ariel menuai kontroversi setelah beredar video mesum mirip dirinya bersama sang kekasih yaitu Luna Maya di media pada akhir Mei 2010. Tidak lama kemudian masyarakat kembali dihebohkan dengan beredar video mesum mirip Ariel dan kali ini bersama seorang mirip public figure wanita yaitu Cut Tari.

Video itu sudah mulai beredar pada 22 Mei 2010. Tidak lama kemudian Ariel dan Luna memenuhi panggilan penyidik Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, mereka diperiksa sebagai saksi. Kepolisian mengidentifikasi lokasi pelaku yang pertama kali menyebarkan video mesum itu sebelum Ariel dan Luna Maya menjalani pemeriksaan kedua. Ketika itu status mereka masih sebagai saksi. Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Mabes Polri mengusut tuntas kasus video mesum itu. Menurut Presiden, kasus itu bukan semata-mata persoalan hukum, melainkan juga soal moral bangsa. Baca lebih lanjut

Anak dalam Setting Koreksional: Pembenahan Pembinaan Anak di LAPAS Anak Tangerang

Oleh: Ratna Wulaningsih

Mahasiswa peserta Mata Kuliah Psikologi Forensik
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

 

foto-0294a641Akhir-akhir ini banyak kasus anak dan remaja melakukan tindak pidana seperti mencuri, melakukan pelecehan seksual, membunuh, hingga kasus narkoba. Anak-anak ini pada akhirnya harus menjalani proses hukum dan dapat dikenakan sanksi pemidanaan berupa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Anak, pembinaan di luar LAPAS, atau dikembalikan kepada orangtua. Anak yang dipidana berdasarkan keputusan pengadilan akan menjalani pembinaan di LAPAS dan akan kehilangan kemerdekaannya. Anak yang dipidana disebut dengan anak pidana. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menunjukkan jumlah Anak Pidana meningkat tiap tahunnya, per Januari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 jumlah Anak Pidana laki-laki dan wanita sebagai berikut: 162 laki-laki dan 4 wanita (2012), 157 laki-laki dan 8 wanita (2013), 202 laki-laki dan 9 wanita. Lebih dari 50 persen Anak Pidana tersebut tersandung kasus narkoba.

LAPAS Anak di Indonesia masih sangat terbatas, sehingga di beberapa daerah di Indonesia, masih ada anak pidana yang ditempatkan dalam LAPAS Dewasa. LAPAS Anak yang sudah memiliki sarana dan prasarana cukup memadai salah satunya adalah LAPAS Anak Tangerang. Namun dari beberapa literatur, penulis menemukan bahwa masih ada yang perlu diperbaiki dalam pemidanaan anak di LAPAS Anak Tangerang. Baca lebih lanjut