Karakteristik sosial anak dengan autisme

Karakteristik sosial anak dengan autisme

Oleh: Margaretha

Dosen Psikologi Abnormal, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

social behavior

Ketika anak mulai berkembang, proses interaksi sosialnya bukan lagi hanya dengan orang tua, saudara kandung namun juga dengan keluarga besar, tetangga, masyarakat di sekitarnya. Sosialisasi menjadi lebih luas. Bukan hanya dalam keluarga, namun juga berteman dan bermasyarakat. Sosialisasi adalah proses interaksi dengan orang-orang di sekitar  dan menyesuaikan perilaku dengan harapan sosial atau nilai serta norma berperilaku sosial di dalam suatu kelompok. Dalam proses sosialisasi akan terjadi proses belajar, pembentukan sikap serta pemahaman nilai sosial. Salah satu bagian sosialisasi adalah berteman. Dalam perkembangan anak, berteman dengan teman sebaya adalah salah satu tugas perkembangan yang penting dilakukan sejak usia 3 tahun.

Anak dengan spektrum autisme (ASD), sering mengalami kesulitan dalam berteman. Mereka mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, bermain, berinteraksi dengan teman sebaya; dimana hal-hal ini dapat menyulitkan mereka untuk masuk dalam suatu kelompok sosial dan sulit membentuk persabahatan. Baca lebih lanjut

Memahami Perilaku Anak dengan Autisme

Memahami Perilaku Anak dengan Autisme

Oleh: Margaretha

Dosen Psikologi Abnormal, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

restricted interest and repetitive behavior 1

Minat terbatas dan perilaku berulang adalah gejala klinis yang sering dilaporkan menjadi persoalan bagi orang-orang di sekitar anak dengan autisme. Anak menjadi sangat kaku dengan jadwal dan rutin, serta sulit berpikir luwes. Sering, orang tua langsung berusaha menghentikan perilaku berulang anak karena dianggap mengganggu. Namun apa yang terjadi kemudian adalah anak malah menunjukkan perilaku sulit, seperti marah dan frustasi ketika menghadapi perubahan. Tidak jarang, perilaku mereka ini membuat keluarga, guru merasa kewalahan dan putus asa.

Apakah sebenarnya perilaku minat terbatas dan perilaku berulang? Tulisan ini akan menjelaskan apa makna perilaku minat terbatas dan perilaku berulang bagi anak dengan autisme serta apa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menghadapi perilaku anak. Baca lebih lanjut

Profil Inderawi Anak dengan Autisme

Margaretha,
sedang mengikuti Workshop Identifikasi dan Intervensi dini Anak dengan Autisme di Autism Association of Western Australia, Perth.

 sensory overload

Persoalan pada salah satu atau beberapa kemampuan pemrosesan inderawi sering ditemukan pada anak dengan autisme. Walaupun tidak masuk dalam gejala klinis yang mendasari diagnosa klinis autisme, namun gangguan pada sistem inderawi sering muncul secara khas. Tulisan ini akan menggambarkan sedikit infromasi mengenai profil karakteristik inderawi anak dengan autisme.

Baca lebih lanjut

Perubahan Diagnosa Klinis Autisme dalam DSM V

Margaretha,
sedang mengikuti Workshop Identifikasi dan Intervensi dini Anak dengan Autisme di Autism Association of Western Australia, Perth.
 autism-diagnosis
Di bulan Mei 2013 ini, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V (DSM V; American Psychiatry Association) telah terbit. Dan didalamnya berisi perubahan mengenai proses pembuatan diagnosa klinis Autisme. Perubahan memahami Autisme yang dilakukan oleh APA dinyatakan telah didasarkan pada riset dalam bidang Autisme. Tulisan ini akan menggambarkan perubahan diagnosa Autisme di dalam DSM V.