Penjelasan Psikologi Evolusi atas Kekerasan dalam Relasi Intim

Penjelasan Psikologi Evolusi atas Kekerasan dalam Relasi Intim

Oleh: Margaretha

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

images

Di Amerika Serikat saja, sekitar 500.000 perempuan tiap tahunnya melaporkan telah mengalami kekerasan oleh pasangan atau mantan pasangannya (Zukerman, 2011). Mengapa hal ini bisa terus terjadi? Bahkan pada banyak negara ditemukan tren peningkatan, termasuk di Indonesia. Jika kekerasan adalah perilaku yang merugikan manusia karena merusak kehidupan psikis dan fisik korbannya, juga merugikan keadaan si pelakunya, lalu mengapa kekerasan dalam relasi intim terus dilakukan oleh manusia? Lalu, mengapa sebagian besar pelaku kekerasan relasi intim adalah laki-laki terhadap pasangan perempuannya?

Salah satu penjelasannya adalah dari perspektif Psikologi Evolusi. Psikologi Evolusi percaya bahwa perilaku manusia bertahan dari generasi ke generasi karena berperan dalam mempertahankan keberlangsungan spesies manusia di bumi ini. Tulisan pendek ini akan menjelaskan bagaimana usaha Psikologi Evolusi menjelaskan perilaku kekerasan dalam relasi intim. Baca lebih lanjut

Iklan

Tolong, anakku di depan komputeeerrr terus…”

Tolong, anakku di depan komputeeerrr terus…”

Oleh: Bayu Hendradjaya

Dosen Teknik Informatika ITB

is-screen-addiction-real-537x402Beberapa saat yang lalu penulis di tanyai seorang rekan yang kebingungan karena anaknya yang masih berumur 14 tahun tapi setiap jam kerjanya di depan komputer terus. Sebelum berangkat sekolah komputer sudah di nyalakan, pulang sekolah tanpa ganti baju dulu, komputer nyala lagi. Semula rekan ini berpikir kalau suatu saat si anak akan bosan sendiri. Tapi sesudah lebih satu tahun berjalan, dan tidak ada tanda-tanda kebosanan. “Berbahayakah…?” Dia kawatir jika kebiasaannya itu membawa akibat buruk walaupun dia juga tidak menutupi kalau dia juga merasa bangga, karena dia merasa tidak banyak anak seusia itu bisa komputer dan berharap kecanduan komputer dapat memberi manfaat di kemudian hari. Baca lebih lanjut