Psikologi Kepahlawanan: Mencari Pahlawan di Sekitar Kita (Bagian I)

Psikologi Kepahlawanan: Mencari Pahlawan di Sekitar Kita (Bagian I)

Oleh: Margaretha

Pengajar Psikologi Forensik

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

 

So each of us may possess the capacity to do terrible things. But we also posses an inner hero; if stirred to action, that inner hero is capable of performing tremendous goodness for others (Phillip Zimbardo).

2

Siapa pahlawan? Ada yang menjawab, adalah mereka yang meninggal karena menyelamatkan orang lain dari kebakaran. Ada yang menjawab, adalah mereka yang cacat karena menyelamatkan orang dari kecelakaan; adalah mereka yang yang merubah dunia dengan ide dan alat yang dibuatnya, atau mereka yang mampu melawan godaan dan tekanan sosial korupsi. Ada juga yang dianggap pahlawan karena tindakan bunuh diri yang dilakukannya di tengah kerumunan demi nilai yang dibelanya. Ditengah-tengah berbagai cerita tentang tindakan kepahlawanan, maka tulisan ini disusun untuk mencoba menjawab tentang apa, siapa, dan jenis kepahlawanan (bagian 1), lalu uraian tentang bagaimana persepsi dan dampak kepahlawanan (bagian 2).

Baca lebih lanjut

Iklan

Penjelasan Psikologi Evolusi atas Kekerasan dalam Relasi Intim

Penjelasan Psikologi Evolusi atas Kekerasan dalam Relasi Intim

Oleh: Margaretha

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

images

Di Amerika Serikat saja, sekitar 500.000 perempuan tiap tahunnya melaporkan telah mengalami kekerasan oleh pasangan atau mantan pasangannya (Zukerman, 2011). Mengapa hal ini bisa terus terjadi? Bahkan pada banyak negara ditemukan tren peningkatan, termasuk di Indonesia. Jika kekerasan adalah perilaku yang merugikan manusia karena merusak kehidupan psikis dan fisik korbannya, juga merugikan keadaan si pelakunya, lalu mengapa kekerasan dalam relasi intim terus dilakukan oleh manusia? Lalu, mengapa sebagian besar pelaku kekerasan relasi intim adalah laki-laki terhadap pasangan perempuannya?

Salah satu penjelasannya adalah dari perspektif Psikologi Evolusi. Psikologi Evolusi percaya bahwa perilaku manusia bertahan dari generasi ke generasi karena berperan dalam mempertahankan keberlangsungan spesies manusia di bumi ini. Tulisan pendek ini akan menjelaskan bagaimana usaha Psikologi Evolusi menjelaskan perilaku kekerasan dalam relasi intim. Baca lebih lanjut

Tolong, anakku di depan komputeeerrr terus…”

Tolong, anakku di depan komputeeerrr terus…”

Oleh: Bayu Hendradjaya

Dosen Teknik Informatika ITB

is-screen-addiction-real-537x402Beberapa saat yang lalu penulis di tanyai seorang rekan yang kebingungan karena anaknya yang masih berumur 14 tahun tapi setiap jam kerjanya di depan komputer terus. Sebelum berangkat sekolah komputer sudah di nyalakan, pulang sekolah tanpa ganti baju dulu, komputer nyala lagi. Semula rekan ini berpikir kalau suatu saat si anak akan bosan sendiri. Tapi sesudah lebih satu tahun berjalan, dan tidak ada tanda-tanda kebosanan. “Berbahayakah…?” Dia kawatir jika kebiasaannya itu membawa akibat buruk walaupun dia juga tidak menutupi kalau dia juga merasa bangga, karena dia merasa tidak banyak anak seusia itu bisa komputer dan berharap kecanduan komputer dapat memberi manfaat di kemudian hari. Baca lebih lanjut