Kelas kerjasama Psikologi Forensik Universitas Airlangga 2020

Mari belajar Psikologi Forensik bersama-sama di Kelas Online Psikologi Forensik Universitas Airlangga.

Kelas psikologi kerjasama ini bertujuan untuk menginspirasi belajar ilmu psikologi forensik dan memberikan kesempatan mahasiswa utk memahami bagaimana psikologi forensik dilakukan di Indonesia, India dan Australia.

Dibuka bagi mahasiswa psikologi dari universitas lain untuk ikut dalam kelas ini. Namun karena kuota terbatas (5 orang dg motivasi tinggi) segera lengkapi registrasinya.

Kelas ini tidak memungut biaya, tapi mahasiswa perlu hadir membawa semangat belajar.

Kita akan belajar bersama mahasiswa dari beberapa negara dalam bahasa inggris.

Website: bit.ly/amertagjc2020

Registration: bit.ly/amertajointclass2020

#forensicpsychologyunair #itsasciencenotpsychic #forensicpsychologyresearch

Baca lebih lanjut

Kriminalisasi seksualitas: Fetisisme atau yang lain?

Kriminalisasi seksualitas: Fetisisme atau yang lain?

(peringatan: materi berisi informasi seksualitas untuk dewasa)

Margaretha

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Jika kita masing-masing bertanya pada diri sendiri, apakah seksi itu? Apakah hal yang bisa menarik minat diri untuk tertarik secara seksual? Maka, hampir bisa dipastikan jawaban antara satu orang dengan orang lain akan berbeda. Ada yang menunjuk pada faktor fisik, yang berbeda-beda dari ujung kepala hingga kaki; ada juga yang akan menunjuk pada faktor kepribadian, intelek atau lainnya. Cara manusia merespon pada stimulus seksual juga bisa sangat bervariasi. Lalu, sepanjang masa hidupnya, perilaku seksualnya pun bisa dinamis yang dipengaruhi berbagai peristiwa hidupnya.

Dapat disimpulkan bahwa masing-masing individu akan memiliki hasrat seksual, minat stimulus seksual, respon dan perilaku seksual yang berbeda-beda. Bahkan pada beberapa orang seksualitasnya tergolong berbeda dari orang-orang kebanyakan. Mengapa? Banyak faktor yang mempengaruhi, dari genetika, fisiologi, insting, proses belajar, dinamika psikologis, serta motivasi diri.

Baca lebih lanjut

Otopsi Psikologis: Upaya Psikologi Forensik untuk Menyelidiki Faktor Penyebab Bunuh Diri

Psikologi forensik dapat membantu untuk menyelidiki penyebab kematian yang diduga bunuh diri, yaitu dengan melakukan Otopsi Psikologis (psychological autopsy).

Apa otopsi psikologis?
Otopsi psikologis adalah metode ilmiah yang dilakukan untuk memahami penyebab kematian yang diduga “bunuh diri”. Otopsi psikologis dilakukan oleh ahli perilaku/psikologi/psikiatri forensik dengan mengumpulkan data riwayat (retrospective information) tentang korban yang diduga meninggal bunuh diri.

Baca lebih lanjut

Mengapa kita harus membantu anak korban KDRT sekarang?

Margaretha

Pengajar Psikologi Forensik di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

Membantu anak korban kekerasan saat ini artinya menyelamatkan beberapa atau banyak orang di masa depan. Dengan menghentikan kekerasan dan membantunya pulih secara psikologis, kita bukan hanya menolong satu orang, tapi mungkin juga dapat menolong lebih banyak jiwa kelak.

Baca lebih lanjut