Analisis Kasus Proses Asimilasi dan Resosialisasi Ariel “Peterpan”

Oleh: Winda Wahyu P.

Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Psikologi Forensik
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

 

Kronologi Kasus

ariel asimilasiDi pertengahan tahun 2010, Nazril Ilham atau Ariel ditetapkan sebagai tersangka atas isu video porno mirip dirinya bersama Luna Maya yang saat itu menjadi kekasihnya, dan juga Cut Tari yang pada saat itu masih istri sah dari Jusuf Subrata. Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak Mabes POLRI terungkap bahwa Reza Rizaldy alias Redjoy (RJ) yang merupakan editor favorit Ariel. RJ mengambil secara diam-diam video koleksi Ariel dari laptop milikya padahal sebelumnya telah diingatkan oleh Ariel untuk tidak mengutak-atik laptop tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan

Kasus Video Porno Ariel “Peterpan”: Mengidentifikasi Pembinaan Yang Seharusnya Dilakukan Dalam Lembaga Permasyarakatan”

Oleh: Mifta Haza Rahmayuna

Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Psikologi Forensik
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

imagesPendahuluan

Kontroversi skandal video porno menghebohkan dunia hiburan tanah air, video tersebut melibatkan public figure Nazril Irham atau biasa dikenal dengan nama Ariel Peterpan. Ariel menuai kontroversi setelah beredar video mesum mirip dirinya bersama sang kekasih yaitu Luna Maya di media pada akhir Mei 2010. Tidak lama kemudian masyarakat kembali dihebohkan dengan beredar video mesum mirip Ariel dan kali ini bersama seorang mirip public figure wanita yaitu Cut Tari.

Video itu sudah mulai beredar pada 22 Mei 2010. Tidak lama kemudian Ariel dan Luna memenuhi panggilan penyidik Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, mereka diperiksa sebagai saksi. Kepolisian mengidentifikasi lokasi pelaku yang pertama kali menyebarkan video mesum itu sebelum Ariel dan Luna Maya menjalani pemeriksaan kedua. Ketika itu status mereka masih sebagai saksi. Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Mabes Polri mengusut tuntas kasus video mesum itu. Menurut Presiden, kasus itu bukan semata-mata persoalan hukum, melainkan juga soal moral bangsa. Baca lebih lanjut