Karakter Gelap Manusia dan Kejahatan

 

Margaretha

Psikologi Forensik, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

scientists-say-these-2-dark-personality-traits-can-help-you-succeed-at-work

Dalam interaksi sosial, tidak jarang kita bertemu dengan orang-orang yang dapat melakukan perilaku jahat sehingga merusak relasi sosial dan menyakiti orang lain. Ada yang jelas-jelas menampilkan perilaku jahatnya, adapula yang di awal tampil meyakinkan namun kemudian menjadi orang yang “beracun” (toxic person), dimana kehadirannya membuat orang-orang di sekitarnya merasa tidak nyaman dan tidak aman. Perilaku jahat ini bisa dilakukan oleh orang-orang yang tampak normal, bukan pasien gangguan mental. Perilaku jahatnya pun dapat dilakukan di berbagai konteks interaksi sosial, seperti: dalam relasi intim, keluarga, lingkup kerja, komunitas dan lingkup sosial lainnya. Secara khas, akan ada orang-orang yang dirugikan atau menjadi korban baik dalam relasi intim maupun dalam interaksi sosial-komunitas. Pada beberapa bidang pekerjaan, orang-orang seperti ini dapat berbahaya. Perilaku jahat yang dapat dilakukannya dapat menimbulkan kerugian baik materil maupun psikis yang cukup besar, bahkan bisa mengarah pada tindak kriminalitas. Oleh karena itu, penting untuk memahami siapa orang yang “beracun” secara sosial ini dan bagaimana mengidentifikasinya. Tulisan ini akan menguraikan tentang pendekatan karakter gelap (dark traits) untuk menjelaskan perilaku jahat manusia. Baca lebih lanjut

Perubahan Diagnosa Klinis Autisme dalam DSM V

Margaretha,
sedang mengikuti Workshop Identifikasi dan Intervensi dini Anak dengan Autisme di Autism Association of Western Australia, Perth.
 autism-diagnosis
Di bulan Mei 2013 ini, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V (DSM V; American Psychiatry Association) telah terbit. Dan didalamnya berisi perubahan mengenai proses pembuatan diagnosa klinis Autisme. Perubahan memahami Autisme yang dilakukan oleh APA dinyatakan telah didasarkan pada riset dalam bidang Autisme. Tulisan ini akan menggambarkan perubahan diagnosa Autisme di dalam DSM V.