Karakter Gelap Manusia dan Kejahatan

 

Margaretha

Psikologi Forensik, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

scientists-say-these-2-dark-personality-traits-can-help-you-succeed-at-work

Dalam interaksi sosial, tidak jarang kita bertemu dengan orang-orang yang dapat melakukan perilaku jahat sehingga merusak relasi sosial dan menyakiti orang lain. Ada yang jelas-jelas menampilkan perilaku jahatnya, adapula yang di awal tampil meyakinkan namun kemudian menjadi orang yang “beracun” (toxic person), dimana kehadirannya membuat orang-orang di sekitarnya merasa tidak nyaman dan tidak aman. Perilaku jahat ini bisa dilakukan oleh orang-orang yang tampak normal, bukan pasien gangguan mental. Perilaku jahatnya pun dapat dilakukan di berbagai konteks interaksi sosial, seperti: dalam relasi intim, keluarga, lingkup kerja, komunitas dan lingkup sosial lainnya. Secara khas, akan ada orang-orang yang dirugikan atau menjadi korban baik dalam relasi intim maupun dalam interaksi sosial-komunitas. Pada beberapa bidang pekerjaan, orang-orang seperti ini dapat berbahaya. Perilaku jahat yang dapat dilakukannya dapat menimbulkan kerugian baik materil maupun psikis yang cukup besar, bahkan bisa mengarah pada tindak kriminalitas. Oleh karena itu, penting untuk memahami siapa orang yang “beracun” secara sosial ini dan bagaimana mengidentifikasinya. Tulisan ini akan menguraikan tentang pendekatan karakter gelap (dark traits) untuk menjelaskan perilaku jahat manusia. Baca lebih lanjut

Sebuah Dielektika Sederhana dalam Psikologi Forensik: Tantangan Psikolog sebagai Ilmuwan dan Profesional Karya Yusti Probowati

Sebuah Dielektika Sederhana dalam Psikologi Forensik: Tantangan Psikolog sebagai Ilmuwan dan Profesional Karya Yusti Probowati (2008)

Oleh: Rizal Agung Kurnia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga,

Saat ini sedang mengikuti mata kuliah Psikologi Forensik di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga


Tulisan ini mencoba mengulas secara sederhana isi dari sebuah artikel ilmiah karya Prof. Dr. Yusti Probowati seorang Guru Besar Fakultas Psikolog Universitas Surabaya yang dibacakan di Surabaya 19 April 2008 dalam orasi pengukuhan beliau. Tentu isi dalam tulisan ini tidak akan jauh melebar dari judul Psikologi Forensik: Tantangan Psikolog sebagai Ilmuwan dan Profesional karya Yusti Probowati. Karya tersebut menjelaskan beberapa fokus pembahasan diantaranya permasalahan Pskologi Forensik di Indonesia, definisi Psikologi Forensik, Psikologi Forensik: Ilmuwan dan Praktisi, dan pengembangan Psikologi Forensik di Indonesia, serta beberapa saran untuk Psikologi Forensik kedepannya.

Saya sebagai penikmat sebuah karya ilmiah ini dengan latar belakang kajian yang berbeda mencoba untuk membaca dan memahami tulisan beliau tentang Psikologi Forensik. Pemaparan yang dituliskan beliau tentang Psikologi Forensik sangat runtut dan jelas. Mulai dari pemunculan masalah psikologi yang berkaitan dengan proses hukum, apa itu Psikologi Forensik, bagaimana interaksi yang terjadi antara Ilmu Hukum dengan Psikologi yang sangat berbeda namun perlu harmonisasi diantara keduanya, lalu bagaimana seharusnya seorang Psikolog Forensik bersikap sebagai ilmuwan ataupun professional, kemudian secara lengkap pula beliau menjelaskan perkembangan Psikologi Forensik di Indonesia dan beberapa masukkan yang menurut saya sangat membangun dalam pengembangan Psikologi Forensik di Indonesia.

Baca lebih lanjut