Kejahatan Anak

Kejahatan Anak

Oleh: Margaretha, Pengajar Psikologi Forensik, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

Seorang anak kelas 1 Sekolah Dasar usia 7 tahun menjadi tersangka pembunuhan teman sepermainannya yang berusia 6 tahun. Dicurigai pembunuhan disebabkan oleh pertikaian karena korban anak berhutang uang Rp.1000,- pada tersangka anak (Kabar Sore TV One, 27 April 2013)

073332-juvenile-detention

Ada rasa terkejut dan kengerian ketika mendengar kabar seperti ini. Seperti tidak percaya, mengapa seorang anak, yang biasanya dilihat sebagai mahluk tidak berdosa, bisa melakukan perilaku seperti itu. Namun persoalannya, ternyata ini bukan kasus pertama kejahatan yang dilakukan oleh anak. Fenomena kejahatan anak ini perlu dipahami asal-usulnya, agar kita tahu bagaimana cara menghadapinya kelak. Tulisan ini akan mengulas beberapa pertanyaan yang muncul ketika berhadapan dengan kejahatan anak. Baca lebih lanjut

Iklan

Criminal Profiling dan Psychological Autopsy

Criminal Profiling dan Psychological Autopsy

Oleh Margaretha, Dosen Psikologi Forensik

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

criminal profiling

Usaha Psikologi Forensik membantu proses hukum dan peradilan dapat terjadi sejak proses penyelidikan dan penyidikan. Penyelidikan adalah tahapan hukum dimana usaha-usaha dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya suatu kejahatan serta menentukan apakah perlu dilakukan usaha penyidikan untuk mencari korban dan pelaku; sedangkan penyidikan adalah usaha-usaha mencari bukti untuk menentukan tersangka pelaku kejahatan. Dalam kedua tahapan ini setidaknya ada 2 proses yang dapat dilakukan seorang ahli Psikologi, yaitu: pembuatan profil kriminal (criminal profiling) dan autopsi psikologis (psychological autopsy).

Baca lebih lanjut