Memori dan Kesaksian

Memori dan Kesaksian

Oleh: Churnia Ragil, Dwi Krisdianto, Hani Meilisa, Damita Emeraldy Pratama, & Dyah Pravita

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.donya-e-eqtesad.com/news/2009/29-01.jpg&imgrefurl=http://bazariranian.blogfa.com/post-186.aspx&usg=__tZ-wJEyVq2qQpL0s9Xy7j3S7F4c=&h=468&w=400&sz=89&hl=id&start=3&zoom=1&tbnid=ndkqbvq1GBxUHM:&tbnh=128&tbnw=109&ei=VCvbT-6uA4XtrQf8xLSPCQ&itbs=1

Memori

Memori atau  ingatan adalah serangkaian proses yang dinamis, namun juga bisa terjadi distorsi (Schacter, 2001 dalam Brown & Campbell, 2010). Pandangan tentang memori manusia yang didapat dari kajian-kajian ilmiah menyatakan bahwa memori itu terpisah-pisah dan dapat dibentuk (malleable). Bahkan yang penting dipahami bahwa ingatan dapat berisi sebagian error atau bahkan keseluruhannya adalah ingatan palsu yang dibentuk seseorang secara tak sadar. Pada beberapa kasus menurut Loftus and Picrell (1995 dalam Brown & Campbell, 2010), sugesti bahkan dapat mengarahkan seseorang untuk mengingat secara lengkap, bahkan detail yang tidak pernah terjadi. Brewin (2007 dalam Brown & Campbell, 2010) menyatakan bahwa memori merupakan catatan kenyataan pengalaman seseorang dan pengalaman tersebut meliputi apa yang dipikirkan dan dirasakan sebagaimana apa yang dirasakan serta selektif yang tinggi. Beberapa penelitian yang dilakukan tentang memori menunjukkan bagaimana ingatan itu bisa saja benar, atau salah, bahkan keseluruhannya salah, atau benar dan salah dalam waktu yang bersamaan.

Baca lebih lanjut

Identifikasi Kejahatan

Identifikasi Kejahatan

Oleh: Arofatin Nashohah & Nora Shofia

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Pengertian Kejahatan

Pengertian kejahatan menurut Husein (2003) adalah suatu nama atau cap yang diberikan orang untuk menilai perbuatan-perbuatan tertentu, sebagai perbuatan jahat. Dari sudut pandang yuridis, perilaku disebut kejahatan jika perilaku itu melanggar peraturan atau undang-undang pidana dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan serta dijatuhi hukuman. Pengertian kejahatan itu sendiri dapat menjadi relatif tergantung pada nilai-nilai dan skala sosial. Diantara para ahli bahkan belum ada kesepakatan mengenai pengertian kejahatan itu sendiri. Baca lebih lanjut

Koreksi Pelaku Kejahatan

Koreksi Pelaku Kejahatan

Oleh: Duratun Nasikhah, Hidayatul Masruroh, Trifosa Satya

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

http://madnessorgenius.wordpress.com/2010/11/08/overhauling-the-penal-system/

Koreksi

Secara harafiah, koreksi berarti membetulkan atau memperbaiki sesuatu yang dianggap salah, yang mana sesuatu tersebut diharapkan tidak akan diulangi dikemudian hari. Istilah koreksi di sini memiliki dua konsep, yaitu konsep Tindakan Koreksi dan Lembaga Koreksi. Tindakan koreksi adalah kegiatan untuk membuat sesorang jera dan tidak melakukan kejahatannya lagi. Lembaga koreksi pertama kali muncul pada abad ke 17 di Inggris. Saat itu London membangun prototipe bangunan yang diberi nama “The London Bridewall” untuk rumah koreksi pelaku kejahatan. Baca lebih lanjut

Gangguan Kepribadian Narsisistik

Gangguan Kepribadian Narsisistik

Oleh: Margaretha, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

 

Half the harm that is done in this world
Is due to people who want to feel important
They don’t mean to do harm ­
But the harm does not interest them.
Or they do not see it, or they justify it
Because they are absorbed in the endless struggle
To think well of themselves.

T. S. Eliot

Apakah anda pernah bertemu dengan orang dengan ciri-ciri berikut: lebih memperhatikan dirinya daripada orang lain di berbagai situasi, secara mendalam merasa dirinya lebih penting daripada orang lain, menuntut dihargai dan berharap dipuja, kurang bisa mengembangkan empati pada orang lain, dan cenderung merendahkan orang lain. Jika ya, mungkin anda pernah berhadapan dengan seorang narsis.

Baca lebih lanjut