Menjaga anak-anak kita dari pelecehan seksual

Menjaga anak-anak kita dari pelecehan seksual

Oleh: Margaretha
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
image
Pelecehan seksual adalah kejahatan. Penting agar pelaku segera ditindak secara hukum dan psikologis. Jika tidak, maka sangat tinggi kemungkinannya pelaku akan mengulang perilakunya dan mencari mangsa baru. Tulisan ini menguraikan beberapa informasi yang mungkin perlu diketahui tentang pelecehan seksual pada masa kanak. Tulisan ini menjadi ide dasar penyusunan program Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak Sekolah Dasar Kelas 1-6 di Surabaya. Baca lebih lanjut

Setelah Kekerasan

Margaretha, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

Repost 12 September 2012

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://relationshipsadvice.cc/wp-content/uploads/2011/01/domestic-violence.jpg&imgrefurl=http://relationshipsadvice.cc/domestic-violence/&usg=__zradjPlbr5_Hqi2C_0ds8LRClMk=&h=270&w=360&sz=17&hl=nl&start=19&zoom=1&tbnid=RLl49Mu5BWzzmM:&tbnh=91&tbnw=121&ei=-FxCUNaXIcforQft-4DoCg&itbs=1

Seorang laki-laki membujuk berkata: “Maaf, Saya minta maaf, saya tidak akan memukul, meludahi atau menghinamu lagi, tidak akan terjadi lagi”. Si perempuan melihat sambil menangis, memegangi tubuhnya yang masih kesakitan. Perasaannya masih sakit, di dalam pikirannya terbersit harapan semua akan membaik tapi juga muncul perasaan takut jika suatu saat peristiwa kekerasan ini akan terjadi lagi. Baca lebih lanjut

DSM V dan Kekerasan dalam relasi

DSM V dan Kekerasan dalam relasi

Oleh: Margaretha
Dosen Psikologi Forensik, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

relationship problem

Berbagai penelitian mengenai kekerasan dalam relasi telah membuka mata berbagai profesional dalam kesehatan mental; bahwa persoalan dalam relasi personal berpengaruh kuat pada kesehatan mental manusia. Dalam Diagnostic Statistical Manual of Mental Disorders V (DSM V; 2013) dinyatakan bahwa berbagai bentuk pengalaman traumatik akibat kekerasan dan penelantaran yang dapat dialami seseorang dalam suatu relasi interpersonal dapat mempengaruhi keadaan mentalnya. Pengalaman traumatik yang terjadi dalam relasi, baik dalam hubungan keluarga, pacaran, suami-istri, anak-orang tua diakui menjadi faktor pencetus, penyebab dan yang mempertahankan gangguan mental yang dialami seseorang. Hal ini berbeda dengan penjelasan di DSM IV TR (2000) yang lebih memfokuskan pada problem psikopatologis individu dalam relasi. Oleh karena itu, profesional dalam kesehatan mental perlu memahami persoalan-persoalan dalam relasi interpersonal, terutama yang terkait dengan kekerasan, trauma, dan penelantaran. Hal ini sangat dibutuhkan agar kita dapat secara utuh memahami persoalan mental yang dialami seseorang. Baca lebih lanjut

Kekerasan dari perspektif sosio-gender dan perilaku

Kekerasan dalam relasi intim dari perspektif sosio-gender dan perilaku
Oleh: Margaretha
Dosen Psikologi Forensik, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

Love VS Hate

Mengapa seseorang mampu melakukan kekerasan pada pasangannya, atau kekasihnya yang seharusnya dicintai dan dilindunginya? Bahkan ketika pelaku paham bahwa kekerasan adalah bentuk dari pelanggaran hukum, namun tetap dilakukan pada pasangannya. Relasi intim yang seharusnya dipelihara dengan kasih justru diwarnai dengan emosi negatif dan perilaku kekerasan. Kehadiran kekerasan dalam suatu hubungan intim romantis, seperti pacaran dan rumah-tangga, adalah suatu paradoks yang penting untuk dipahami. Berikut adalah ulasan kritis dari perspektif sosio-gender dan perilaku yang telah banyak digunakan dalam memahami perilaku kekerasan dalam relasi intim.

Baca lebih lanjut