Identifikasi Kejahatan

Identifikasi Kejahatan

Oleh: Arofatin Nashohah & Nora Shofia

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Pengertian Kejahatan

Pengertian kejahatan menurut Husein (2003) adalah suatu nama atau cap yang diberikan orang untuk menilai perbuatan-perbuatan tertentu, sebagai perbuatan jahat. Dari sudut pandang yuridis, perilaku disebut kejahatan jika perilaku itu melanggar peraturan atau undang-undang pidana dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan serta dijatuhi hukuman. Pengertian kejahatan itu sendiri dapat menjadi relatif tergantung pada nilai-nilai dan skala sosial. Diantara para ahli bahkan belum ada kesepakatan mengenai pengertian kejahatan itu sendiri. Baca lebih lanjut

Iklan

Koreksi Pelaku Kejahatan

Koreksi Pelaku Kejahatan

Oleh: Duratun Nasikhah, Hidayatul Masruroh, Trifosa Satya

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

http://madnessorgenius.wordpress.com/2010/11/08/overhauling-the-penal-system/

Koreksi

Secara harafiah, koreksi berarti membetulkan atau memperbaiki sesuatu yang dianggap salah, yang mana sesuatu tersebut diharapkan tidak akan diulangi dikemudian hari. Istilah koreksi di sini memiliki dua konsep, yaitu konsep Tindakan Koreksi dan Lembaga Koreksi. Tindakan koreksi adalah kegiatan untuk membuat sesorang jera dan tidak melakukan kejahatannya lagi. Lembaga koreksi pertama kali muncul pada abad ke 17 di Inggris. Saat itu London membangun prototipe bangunan yang diberi nama “The London Bridewall” untuk rumah koreksi pelaku kejahatan. Baca lebih lanjut

Gangguan Kepribadian Narsisistik

Gangguan Kepribadian Narsisistik

Oleh: Margaretha, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

 

Half the harm that is done in this world
Is due to people who want to feel important
They don’t mean to do harm ­
But the harm does not interest them.
Or they do not see it, or they justify it
Because they are absorbed in the endless struggle
To think well of themselves.

T. S. Eliot

Apakah anda pernah bertemu dengan orang dengan ciri-ciri berikut: lebih memperhatikan dirinya daripada orang lain di berbagai situasi, secara mendalam merasa dirinya lebih penting daripada orang lain, menuntut dihargai dan berharap dipuja, kurang bisa mengembangkan empati pada orang lain, dan cenderung merendahkan orang lain. Jika ya, mungkin anda pernah berhadapan dengan seorang narsis.

Baca lebih lanjut

Mediasi dan Moderasi dalam Penelitian Kesehatan Mental

Mediasi dan Moderasi dalam Penelitian Kesehatan Mental

Oleh: Margaretha, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Penelitian kesehatan mental bergerak melampaui pertanyaan: “apakah suatu intervensi memiliki efektivitas?” menuju ke pertanyaan untuk mengidentifikasi faktor dan proses yang mendasari efek intervensi pada perilaku manusia. Dinamika interaksi proses mediasi dan moderasi dalam intervensi klinis berguna dalam menjelaskan mekanisme perubahan perilaku manusia menuju ke kesehatan mental.

Baca lebih lanjut