Setelah Kekerasan

Margaretha, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

Repost 12 September 2012

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://relationshipsadvice.cc/wp-content/uploads/2011/01/domestic-violence.jpg&imgrefurl=http://relationshipsadvice.cc/domestic-violence/&usg=__zradjPlbr5_Hqi2C_0ds8LRClMk=&h=270&w=360&sz=17&hl=nl&start=19&zoom=1&tbnid=RLl49Mu5BWzzmM:&tbnh=91&tbnw=121&ei=-FxCUNaXIcforQft-4DoCg&itbs=1

Seorang laki-laki membujuk berkata: “Maaf, Saya minta maaf, saya tidak akan memukul, meludahi atau menghinamu lagi, tidak akan terjadi lagi”. Si perempuan melihat sambil menangis, memegangi tubuhnya yang masih kesakitan. Perasaannya masih sakit, di dalam pikirannya terbersit harapan semua akan membaik tapi juga muncul perasaan takut jika suatu saat peristiwa kekerasan ini akan terjadi lagi. Baca lebih lanjut

Dinamika Psikologi Korban dan Saksi dalam Memberikan Kesaksian di Peradilan

Dinamika Psikologi Korban dan Saksi dalam Memberikan Kesaksian di Peradilan

Margaretha, Dosen Psikologi Forensik

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

 Image

Apakah memberikan kesaksian atas tindakan kejahatan yang dialaminya di peradilan memberikan efek kelegaan pada korban, terutama ketika melihat pelaku kejahatan diadili atas perbuatannya? Apakah bersaksi di peradilan membuat korban menjadi tidak lagi menyimpan dendam atau menurunkan kemungkinan membalas dendam? Atau, apakah pengalaman memberikan kesaksian di peradilan justru memperdalam luka emosional dan psikologis korban karena seperti mengulang kembali penderitaan yang pernah dialaminya? Tulisan ini akan menjelaskan efek pemberian kesaksian oleh korban di peradilan berdasarkan penelitian empiris dalam ilmu Psikologi. Baca lebih lanjut

Setelah Kekerasan

Setelah Kekerasan

Oleh: Margaretha

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

Seorang http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://relationshipsadvice.cc/wp-content/uploads/2011/01/domestic-violence.jpg&imgrefurl=http://relationshipsadvice.cc/domestic-violence/&usg=__zradjPlbr5_Hqi2C_0ds8LRClMk=&h=270&w=360&sz=17&hl=nl&start=19&zoom=1&tbnid=RLl49Mu5BWzzmM:&tbnh=91&tbnw=121&ei=-FxCUNaXIcforQft-4DoCg&itbs=1laki-laki membujuk berkata: “Saya minta maaf, saya tidak akan memukul, meludahi atau menghinamu lagi, tidak akan terjadi lagi”. Si perempuan melihat sambil menangis, memegangi tubuhnya yang masih kesakitan. Perasaannya masih sakit, di dalam pikirannya terbersit harapan semua akan membaik tapi juga muncul perasaan takut jika suatu saat peristiwa kekerasan ini akan terjadi lagi.

Apakah anda pernah mendengar atau mengetahui hal seperti di atas? Jika ya, mungkin anda perlu membaca tulisan ini. Tulisan ini berusaha menggambarkan pengalaman pasca kekerasan yang dialami seorang perempuan dalam lingkup keluarga.

Baca lebih lanjut

Siapakah Pelaku dan Korban Terorisme?

Siapakah Pelaku dan Korban Terorisme?

Oleh: Andi Maulida R., Quindhira Maharani R.,

Grace Susilowati M., & Kardinal Leksono

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

http://www.google.co.id/imgres?q=terrorism&hl=id&client=firefox-a&hs=yN9&sa=X&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1525&bih=697&tbm=isch&prmd=imvnsbl&tbnid=xtCTpNMb-CJ_TM:&imgrefurl=http://innocentsmithjournal.wordpress.com/2010/02/20/exaggerating-the-global-terrorism-threat-2005-2008/&docid=WxqLDgKNjmxd9M&imgurl=http://innocentsmithjournal.files.wordpress.com/2010/02/terrorist-main_full.jpg&w=315&h=480&ei=iRAJUP-yHIK4rAf80MTICA&zoom=1&iact=hc&vpx=372&vpy=307&dur=1865&hovh=277&hovw=182&tx=97&ty=123&sig=110985963715002219619&page=1&tbnh=154&tbnw=101&start=0&ndsp=19&ved=1t:429,r:13,s:0,i:109

Berbagai fenomena terorisme di Indonesia memunculkan berbagai pertanyaan. Tulisan ini akan menyoroti dua aspek besar dari terorisme, yaitu pelaku terorisme dan korban terorisme. Dari sisi pelaku, akan dibahas bagaimana fanatisme dan keyakinan seseorang dapat mempengaruhinya menjadi seorang teroris. Dari sisi korban terorisme sendiri perlu diketahui siapa yang dapat menjadi korban, apakah hanya orang yang terkena dampak secara langsung dari terorisme? Akan dibahas pula dampak psikologis yang dialami oleh masyarakat luas akibat dari pemberitaan media masa sebagai korban tidak langsung. Baca lebih lanjut